“Selamat hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1933

“Selamat hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Caka 1933

Om Swastyastu……

Tak terasa beberapa hari lagi kita akan menyongsong Tahun Baru Caka 1933 yang akan jatuh pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 pada saat Tilem atau Bulan mati Sasih Kesanga, atau bulan ke sembilan pada penanggalan Bali atau Caka pada saat yang akan datang beberapa hari lagi.

Seperti biasa, beberapa hari sebelum Nyepi diadakan upacara mekiyis atau melis yang dipercaya untuk menyucikan kembali pretima, benda usaka ataupun benda lainnya yang disucikan dan diarak ke pantai terdekat.

Upacara mekiyis atau melis itu dimulai pagi pagi sekali sebelum matahari terbit dan umumnya selesai sekitar tengah hari dan diakhiri dengan persembahyangan bersama di pura atau di pemerajan keluarga masing-masing.

Setelah melis atau mekiyis dilaksanakan, kami percaya akan memberikan vibrasi yang sangat baik kepada semua umat yang mempercayaianya, sehingga dapat melakukan Tapa Brata penyepian. berupa amati lelungaan, (Tidak bepergian atau keluar rumah), Amati geni ( Tidak menyalakan api dan lampu dan memasak), dan amati karya (Tidak melakukan pekerjaan apapun).

Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada alam semesta ini untuk sejenak beristirahat sehingga mampu merecovery untuk dapat mempertahankan kestabilan alam semesta ini. (sustainable).

Sehari sebelum Nyepi diadakan pecarauan Tawur Agung Kesanga atau yang lebih sering disebut “Pengerupukan”. Pada hari ini masyarakat Hindu di Bali mengadakan pawai atau karnaval Ogoh-Ogoh. Ogoh-ogoh adalah boneka atau patung besar yang dibuat dari kertas yang umumnya berbentuk raksasa atau mahluk lainnya sebagai simbul bhutakala atau roh dan kekuatan jahat lainnya yang bisa mengganggu jalannya tapa brata penyepian. 

Nah, Ogoh-ogoh ini dirak keliling kota atau desa setelah diberikan sesajen dan bekal kemudian setelah selesai diarak semua Ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbul bahwa segala kekuatan jahat telah dimusnahkan dan kami umat Hindu dapat menjalanakan tapa brata penyepian dengan tenang.

Pada hari Nyepi umat Hindu umumnya berpuasa sehari semalam tidak makan dan minum bagi orang dewasa dan anak-anak pun juga dituntun untuk belajar berpuasa tidak makan dan tidak minum semampunya.

Namun yang paling penting bagi kita umat hindu adalah bagaimana kita mampu mengendalaikan diri dari segala hawa nafsu, mulai menahan dan mengendalikan nafsu untuk makan dan bersenang-senang, berpesta ria, menahan nafsu amarah dan emosi dan menahan semua nafsu duniawi melalui tapa brata penyepian dan sebagian orang yang mampu biasanya akan melakukan laku semadi dan meditasi sehari semalam.

Kami umat Hindu yakin bahwa dengan melakaukan tapa brata penyepian ini dunia beserta isinya akan melakukan recovery dan keseimbangan dunia akan tetap terjaga.

Pada kesempatan ini kami atas nama keluarga besar Mayusa Dewa menghaturkan “Selamat hari Raya Nyepi dan Tahun Beru Caka 1933”

Semoga apa yang kita upayakan dalam melaksanakan tapa brata penyepian akan memperbaiki jiwa kita yang kering dan meberi kita rasa damai dan ketenangan jiwa untukselanjutnya menjalani hidup yang semakin keras ini. Astungkara….

Om Shanti Shanti Shanti Om.

I Dewa Made Dwipayana
I Dewa made Dwipayana

 

I Dewa  Made Dwipayana

Jl. Gunungsari Blok D-23, Padangsambian Kaja

Denpasar – Barat

Mobile phone : 0816 572800 – 0361 7883956

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s