Adakah yang Akan Mendoakan kita di saat kita benar-benar membutuhkannya?

Adakah yang Akan Mendoakan kita di saat kita benar-benar membutuhkannya?

Damai Damai dan Damai
Damai Damai dan Damai

Om Swastyastu,

Semoga semua saudara, keluarga besar dan  sahabat-sahabat serta handai taulan saya  jumpai dalam keadaan sehat walafiat. Semoga Ida Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menjauhkan kita dari segala mara bahaya.

Sebagai bahan perenungan dan mencerahkan jiwa kita, saya menuliskan cuplikan cerita untuk menjadi bahan perenungan kita.

Silahkan dibaca selengkapnya berikut ini…

Kisah ini menimpa seorang pengusaha kaya yang tiba-tiba terjatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh, seorang malaikat menghampiri sang  pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Sang Malaikat memulai pembicaraan: “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup.  Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum juga terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia.!!!

Si pengusaha berfikir: “Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang.” Katanya dalam hati.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, sang Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya sipengusaha bertanya,

“Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit” yakinnya.

Dengan lembut si Malaikat berkata;  “Anakku,  aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa untukmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu.” Kata malaikat itu.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar yang tiba -tiba terpampang didepannya dan terlihatlah siapa 3 orang yang berdoa untuk kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan begitu rindu memberikanmu kesempatan kedua?”

“Itu adalah karena doa istrimu yang tidak putus-putusnya  berharapkan kesembuhanmu.” kata malaikat itu lagi.

Kembali terlihat dilayar dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,

Dalam doanya dia berkata  :

“Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik..!!! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam melakukan bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu”.

”Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.” 

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat..

Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha itu. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat.!!! Tidak mungkin lagi mendapatkan 47 orang yang mendoakannya dalam waktu10 menit yang tersisa ini.!

Dengan setengah bergumam pengusaha itu bertanya;

‘”Apakah diantara karyawanku,kerabat ku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?’,

Jawab si Malaikat ; “Ada beberapa yang berdoa buatmu. Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan engkau bukanlah atasan yang baik. “Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”  “Hanya karena karyawan itu tidak mau kau ajak berselingkuh.”  

Si pengusaha tertunduk lemah,  dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata:

“Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu !!! Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00 tadi’.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menudingkan tangannya dan layarpun muncul dan menunjukkan kesuatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu dilayar.

”Bukankah itu Panti Asuhan..?”  kata si pengusaha pelan.

 “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.” Jawab si malaikat itu lagi.

”Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.” Jawab malaikat itu lagi.

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Dengan alasan tidak punya waktu dan merasa terbebani untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita tiba-tiba mengingat seorang sahabat lama ataupun keluarga, kita berfikir itu hanyalah suatu kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa baginya. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihinya.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi. Hindarilah perbuatan yang menyakiti orang lain…

Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya TUHAN saya mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami saat ini juga…!!?!!”. Begitu pengusaha itu mengucapkan kata-kata itu, malaikat itu menghilang.

Semoga cerita ini bisa menjadi renungan kita semua dan melihat segala perbuatan yang telah kita lakukan beberapa saat belakangan ini, sehingga kita mendapatkan pencerahan untuk memperbaiki perbuatan kita yang akan datang….

Ashtungkara…

Om Shanti Shanti Shanti Om

Indahnya kedamaian
Indahnya kedamaian

I Dewa Made Dwipayana

Jl. GungunsariBlok D-23,

Padangsambian Kaja, Denpasar barat 80117

Phone 0361 427230

Mobile 0816 572800

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s